Aprindo Dukung Sikap Pemerintah RI yang Tegas Mengecam Pernyataan Macron

0
80
Ketua Umum DPP APRINDO Roy N. Mandey berikan keterangan pers kepada awak media saat peresmian Indonesia Great Sale menyambut HUT RI Ke-74, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2019. Program Indonesia Great Sale akan digelar serentak di pusat-pusat belanja pada 14 Agustus hingga 25 Agustus 2019.

Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (Aprindo) mendukung sikap Pemerintah RI yang tegas mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah melukai perasaan umat Islam serta mengecam aksi-aksi kekerasan yang tidak dapat ditolerir siapa pun.

Menurut Aprindo, pernyataan Macron tersebut tidak sejalan dengan nilai kesakralan dan simbol agama yang harus segera dihentikan. “Kami meminta agar pemerintah RI, terus aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Prancis untuk menindaklanjuti sikap tegas, yang langsung disampaikan Presiden Joko Widodo, pada beberapa hari lalu,” kata Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey melalui keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020)

Soal hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Prancis yang telah berjalan selama ini dengan kontribusi baik dan tentunya berhubungan dengan penyediaan produk yang ada pada gerai ritel modern di Indonesia, Aprindo berharap mekanisme perdagangan tetap dapat berjalan wajar dan normal.

“Menyoal produk asal Prancis yang ada, kami menghormati keputusan konsumen apakah akan membeli atau tidak atas produk dari Prancis yang dijual di gerai ritel modern karena merupakan hak pilihan dan keputusan konsumen atau individu yang menentukan dalam berbelanja. Jadi biarlah perdagangan berjalan seperti biasanya dan normal,” tambahnya.

Aprindo juga meminta ketegasan dari pihak berwenang agar tidak terjadi aksi yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha atas hal yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang memprovokasi dan cenderung anarkistis.

“Aksi ini tidak memberikan suatu manfaat apa pun, justru makin membebani perekenomian khususnya sektor perdagangan, yang saat ini sedang diupayakan pemerintah agar dapat terjadi peningkatan dan kestabilan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor sebesar 57,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB), di tengah lesunya demand dan market akibat pelemahan daya beli atau menahan konsumsi, di masa pandemi ini” jelas Roy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here