APRINDO dan BUMP Perkuat Kolaborasi, Dorong Sinergi Ritel dan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

0
16

TANGERANG – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) sebagai langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara sektor ritel modern dan petani lokal.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen APRINDO dalam mendukung penguatan rantai pasok nasional, khususnya dalam memastikan ketersediaan produk pangan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berasal dari dalam negeri.

Melalui kerja sama ini, APRINDO dan BUMP berupaya membangun hubungan kemitraan yang lebih terstruktur antara pelaku ritel dan petani, sehingga hasil produksi pertanian dapat terserap secara optimal ke dalam jaringan ritel modern.

Ketua Umum APRINDO, Dr. H. Solihin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kolaborasi ini memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan nasional.

“Sinergi antara ritel modern dan petani merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. APRINDO berkomitmen untuk terus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal,” ujarnya.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi, menjaga stabilitas pasokan, serta mendorong transparansi dalam rantai pasok dari hulu ke hilir.

Di sisi lain, BUMP sebagai representasi petani berperan dalam memastikan kualitas dan kontinuitas produksi, sehingga dapat memenuhi standar yang dibutuhkan oleh ritel modern.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek distribusi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas petani, peningkatan kualitas produk, serta penyesuaian standar agar sesuai dengan kebutuhan pasar ritel.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, APRINDO dan BUMP diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara pelaku usaha ritel dan petani, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil, serta memastikan bahwa produk-produk hasil pertanian Indonesia dapat lebih luas terserap di pasar domestik secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here