Sinergi APRINDO dan BNPB Dalam Penanggulangan Bencana

January 25, 2019

APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menandatangai Nota Kesepahaman tentang penanggulangan bencana di Sentul, Bogor, Jumat (25/01/19). Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Roy Mandey sebagai Ketua Umum APRINDO, Solihin sebagai Sekretaris Jendeal APRINDO dan Letjen TNI Doni Munardo Kepala BNPB.

Penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai dasar sinergi antara APRINDO dan BNPB untuk dapat bekerja sama dalam batas tanggung jawab, wewenang, kapasitas dan kompetensi masing-masing. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik di kelembagaan dalam penyelenggaraan program dan kegiatan penanggulangan bencana.

“Kami merespon positif dan menyambut baik nota kesepahaman dengan BNPB ini karena kami yakin bahwa diperlukan dukungan termasuk dari swasta dalam hal ini industri ritel modern dalam menanggulangi bencana,” ujar Roy Mandey.

Kepala BPNP Letjen TNI Doni Munardo mengatakan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. “Butuh kesadaran dan kewaspadaan dalam bencana yang mengintai, tentu dengan dukungan dari APRINDO ini bisa memberikan hal positif nanti ” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menyatakan dengan adanya nota kesepahaman ini, ritel modern di bawah APRINDO dan BNPB bisa bersinergi lebih praktis dan terkoordinir dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Melalui nota kesepahaman ini, APRINDO dan BNPB bisa mengoordinasikan perencanaan, anggaran, pertukaran data dan informasi serta peningkatan kapasitas kelembagaan. “Ada 3 tahap penanggulangan bencana yang bisa kita sinergiskan,” terang Roy.

3 tahapan tersebut yakni pra bencana; meliputi pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan. Yang kedua saat terjadinya bencana; siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan. Yang terakhir adalah pasca bencana; meliputi rehabilitasi dan rekontruksi.

Ia memaparkan bahwa selain tiga tahapan berikut, tidak menutup kemungkinan diselenggarakan kegiatan lain yang dikira perlu dilaksanakan. “Kalau bicara tentang bencana kita tidak bisa hanya terpaku pada tiga tahapan tersebut, kegiatan lain bisa kita sepakati bentuknya, teknis dan pelaksanaanya seperti apa,” jelas Roy Mandey.

Pelaksanaan nota kesepahaman ini lebih rinci akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama yang disepakati tertulis.

“Tidak ada yang menginginkan bencana terjadi tapi setidaknya APRINDO dan BNPB bekerja sama dalam penanggulangan bencana sehingga dampak bencana bisa secepat mungkin ditangani,” pungkas Roy.