Mulai 1 Maret Kantong Plastik Masuk Struk Belanja

March 01, 2019

JAKARTA— Kalangan peritel modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik dengan menerapkan kantong plastik berbayar dan dimasukkan dalam struk belanja. Kesepakatan tersebut diwujudkan Aprindo dengan mendeklarasikan aksi untuk mengurangi kantong plastik pada Jumat (1 Maret 2019). “Bersama seluruh anggota Aprindo, kami sepakat mengurangi sampah plastik. Kami dekalarasikan, hari ini Aprindo dengan toko modern sepakat untuk mengurangi sampah plastik,” ujar Roy Mandey Ketua Umum Aprindo dalam jumpa pers yang digelar Rabu (27/2/2019).Dalam jumpa pers tersebut juga hadir Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta, Ketua Pokja Kantong Plastik Yuvlinda Susanta.

Terkait pelaksanaan kesepakatan mengurangi sampah plastik dengan upaya memangkas penggunaan kantong plastik belanja sekali pakai (kresek) saat konsumen melakukan transaksi, ujar Roy, prosesnya diserahkan kepada masing-masing peritel mdoern. Salah satu kebijakan yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong kresek adalah dengan kembali menerapkan kebijakan kantong plastik tidak gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019. Roy mengatakan Aprindo konsiten mendukung peraturan pemerintah, termasuk soal sampah plastik, yaitu Peraturan Presiden No.97/ 2017 pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan & Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Sejenis Sampah Rumah Tangga. “Üntuk itu kami konkritkan apa yang menjadi amanah atau yang sudah diundangkan, sambil menunggu peraturan KLHK khusus soal sampah diantaranya sampah plastik,”kata Roy. Dalam kesempatan tersebut, Roy mengemukakan Aprindo akan mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan memangkas sampah plastik. Aprindo akan ikut mengimbau kalangan konsumen untuk megurangi pemakaian kantong plastik, dengan cara membawa tas belanja yang bisa terus digunakan. “Cara mengedukasi, kami sediakan kantong plastik tidak gratis. Dan menjadikan kantong plastik seperti barang dagangan masuk di struk, untuk konsumen yang membutuhkan,” kata Roy.

Berikut Materi Press Release selengkapnya: Demi Lingkungan, Aprindo Sepakat Kurangi Kantong Belanja Plastik Jakarta, 28 Februari 2019. Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) sebagai asosiasi resmi yang menaungi usaha ritel di Indonesia mendukung salah satu visi pemerintah pada tahun 2025 Indonesia yakni bisa mengurangi 30% sampah dan menangani sampah sebesar 70% termasuk sampah plastik. Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Aprindo menyatakan komitmen bersama untuk mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya.

Salah satu caranya adalah dengan kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019. “Ini adalah langkah nyata dari peritel modern untuk mengajak masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja plastik sekaligus menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat sampah plastik di Indonesia,” ujar Roy Mandey Ketua Umum Aprindo. Ia mengatakan bahwa Aprindo siap mendukung usaha pemerintah yang bertujuan mengurangi konsumsi plastik khususnya kantong belanja plastik sekali pakai di masyarakat. “Aprindo turut serta secara aktif berkontribusi terhadap masalah tersebut, karena merupakan bagian dari masyarakat yang harus ikut serta bertanggung-jawab ” terangnya. Konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik sekali pakai atau kresek akan dikenakan biaya tambahan sebesar minimal 200 rupiah per lembarnya. “Konsumen akan kita sarankan untuk menggunakan tas belanja pakai ulang yang juga disediakan di tiap gerai ritel modern,” tambah Roy. Sosialisasi KPTG untuk konsumen akan mulai disosialisasikan di gerai-gerai ritel modern melalui pengumuman poster, sosial media dan ajakan langsung dari kasir. Kantong belanja plastik yang kini menjadi barang dagangan tersebut juga akan memberikan kontribusi kepada negara berupa pajak pertambahan nilai (PPN).

Selain itu, Aprindo merekomendasi penggunaan kantong belanja plastik sesuai SNI yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional (BSN) atas rekomendasi Pusat Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu kantong plastik yang telah mempunyai kriteria mudah terurai (oxo-degradable atau bio-degradable). Wacana pemerintah dalam pelarangan penyediaan kantong belanja plastik di toko ritel modern kurang sejalan dengan tujuan pengurangan dan pengelolaan sampah, yang tertera dalam Peraturan Pemerintah no.81 thn 2012 pasal 1 ayat 3 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta Peraturan Presiden No.97/ 2017 pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan & Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Sejenis Sampah Rumah Tangga. “Mengubah budaya masyarakat yang akrab sekali dengan kantong plastik tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk itu kita coba secara perlahan mulai sekarang,” terangnya. Aprindo berharap kebijakan kantong belanja plastik berbayar di ritel modern bisa membuat masyarakat lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik, diikuti oleh industri lain, serta didukung oleh pemerintah sebagai bentuk upaya pengurangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di Indonesia