MUSYAWARAH NASIONAL LUAR BIASA (MUNASLUB) 2018

APRINDO menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) selama dua hari di Hotel Puri Denpasar, Selasa – Rabu, 23 - 24 Oktober 2018

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) selama dua hari di Hotel Puri Denpasar, Selasa – Rabu, 23 - 24  Oktober 2018 pukul 14.00. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, Korwil Aprindo 2015-2019 dan anggota di seluruh Indonesia, yang berjumlah kurang lebih 120 orang. 

“Meningkatkan kinerja ritel kreatif dengan tata organisasi profesional akan menjadi tema sentral serta mendominasi pokok bahasan hingga kesimpulan yang akan kita laksanakan,” kata Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey.

Munaslub ini memiliki tiga agenda, yaitu kemajuan organisasi Aprindo, eksistensi & usaha ritel di era 4.0 (globalisasi & teknologi), dan kontribusi aktif bagi kemajuan ekonomi bangsa & negara Indonesia. Melalui pembahasan ini diharapkan seluruh anggota akan lebih kritis dan kreatif, serta dapat menginovasikan (melakukan pembaharuan) segala hal yang berkaitan dengan teknologi & lifestyle.

Munaslub ini diawali dengan pengukuhan DPD & DPC Aprindo yang ditandai penyerahan jaket secara simbolis kepada Ketua DPP DKI Jakarta, Wahyudi Hidayat. Disusul dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu terdapat kata sambutan oleh beberapa pengurus Aprindo. Sebelum masuk ke acara inti, dilakukan pemukulan gong oleh Dewan Penasehat, Handaka Santosa dan Ketua Umum, Roy Mandey sebagai simbol dibukanya rapat. Lalu masuk ke dalam acara intinya, yaitu sidang pleno I dan sidang komisi-komisi. Munaslub hari pertama ditutup pada pukul 21.00 WIB. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan sidang pleno II, yang berakhir pada pukul 11.00 WIB.

APRINDO

ASOSIASI PENGUSAHA RITEL INDONESIA, disingkat Aprindo. Aprindo didirikan pada tanggal 11 November 1994 di Jakarta untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya. Organisasi ini berazaskan Pancasila dan mempunyai sifat sosial, kekeluargaan, gotong-royong dan mandiri.

MOU Kerjasama antara APRINDO dan ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA TAIWAN

Pada hari Jumat, 26 Oktober pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD..

PENANDATANGANAN MOU  ANTARA ASOSIASI PENGUSAHA RITEL INDONESIA (APRINDO) DAN ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA TAIWAN (APIT)

Tangerang, 26 Oktober 2018 - Pada hari Jumat, 26 Oktober pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey dan Ketua APIT, Deyantono APIT.

Kerjasama yang diatur dalam MoU meliputi koordinasi jika salah satu anggota ingin membuka usaha di Taiwan beserta sosialisasi syarat-syarat kerja sama, penyampaian informasi berkala mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan di Taiwan beserta kebijakan-kebijakan nya yang dibantu oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI), kedua pihak bersama-sama menetapkan penentuan prioritas anggota dari kedua belah pihak untuk melakukan kerja sama usaha ritel modern di Taiwan, mendorong kerja sama took ritel modern dengan skema joint venture, melakukan pertemuan paling sedikit sekali dalam setahun untuk melakukan rencana pengembangan kerja sama dan deseminasi informasi mengenai keluaran yang diperoleh kedua pihak, dan bersedia menanggung secara adil anggaran keuangan yang dibutuhkan seagai akibat dari teselenggaranya kerja sama antara kedua pihak.

Terkait dengan kerja sama yang dilakukan, Aprindo dan APIT harus melakukan hak dan kewajiban serta ketentuan-ketentuan yang terlah dibuat dalam perjanjian kerja sama tersebut. Kesepakatan ini juga akan dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun sampai 25 Oktober 2021.

 

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia dorong pemulihan ekonomi di Palu, Donggala & sekitarnya

Sudah dua minggu berlalu peristiwa bencana gempa dan tsunami di Palu , Donggala dan sekitarnya selain upaya pencarian korban yang terus berlanjut

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo ) dorong pemulihan ekonomi di Palu, Donggala & sekitarnya


Sudah dua minggu berlalu peristiwa bencana gempa dan tsunami di Palu , Donggala dan sekitarnya selain upaya pencarian korban yang terus berlanjut, pemerintah  sudah mulai menjalankan berbagai program utk memulihkan kembali kondisi daerah bencana mulai perbaikan infrastruktur, pelayanan masyarakat,  mendorong dibukanya fasilitas umum serta meminta para pelaku ekonomi setor riil untuk membuka kembali usahanya. Langkah ini dilakukan agar perekonomian bisa kembali pulih.

Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey mengatakan Aprindo sangat mendukung himbauan pemerintah tersebut. Aprindo juga meminta agar para anggotanya  di palu unuk membuka kembali gerai ritel modernnya supaya masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami berharap ada dukungan dari pihak keamanan untuk memastikan situasi yang kondusif agar masyarakat dapat kembali beraktifitas dan operasional gerai ritel modern berjalan aman," katanya.

Roy juga mengapresiasi langkah cepat dari pihak keamanan yang menindak para pelaku penjarahan yang sangat merisaukan masyarakat serta pelaku bisnis.

Tiga anggota Aprindo yaitu  Hypermart & Matahari Department Store (MDS) yang berlokasi di Palu Grand Mall memastikan membuka kembali gerainya.  MDS membuka gerainya di Palu Grand Mall Minggu 7 Oktober 2018. Satu Hari sebelumnya (6/10) gerai Transmart  sudah dibuka sedangkan Hypermart membuka kembali gerainya tanggal 13 Oktober 2017. Sementara itu, Alfamidi juga direncanakan akan mulai beroperasi mulai awal November ini.

Roy mengharapkan anggota aprindo lainnya dan atau industry jasa dan barang lainnya di kota Palu dan sekitarnya segera aktif memberikan pelayanan untuk masyarakat.

Ummart, Hasil 'Kawin Campur' Bisnis Ritel dan Pesantren

Aprindo dan Hipmi menggandeng peritel di lingkungan pondok pesantren melahirkan Ummart. Ummart digadang-gadang menjadi toko layaknya ritel modern.

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melahirkan Ummart, toko ritel hasil kerja sama pengusaha ritel dengan toko di lingkungan pondok pesantren di Indonesia.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menjelaskan kerja sama ini dilakukan dengan membangun toko ritel bersama, baik berupa toko baru maupun mengembangkan toko yang sudah ada (re-branding) di lingkungan pondok pesantren. Sehingga, sistem perdagangannya lebih modern layaknya toko ritel besar.

Artinya, toko ritel besar yang bermitra dengan toko ritel di lingkungan pondok pesantren akan menjadi mitra dalam memenuhi pasokan barang yang nantinya akan diperjualbelikan oleh Ummart.

Sumber berita:
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180409185852-92-289532/ummart-hasil-kawin-campur-bisnis-ritel-dan-pesantren

APRINDO Rayakan Hari Ulang Tahun Ke-23

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) merayakan HUT ke – 23 dengan mengadakan Diskusi Panel “ Retail Outlook ; Driving High Impact Business with IT Solution “ di Hotel Borobudur Jakarta

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) merayakan HUT ke – 23 dengan mengadakan Diskusi Panel “ Retail Outlook ; Driving High Impact Business with IT Solution “ di Hotel Borobudur Jakarta (14/11) acara ini bekerjasama dengan PT. Astra Graphia Internasional Technology (AGIT). Hadir sebagai Narasumber dalam acara ini : Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey, Direktur Utama AGIT, Hendrik Pramana, Staff Ahli Aprindo, Yongky Soesilo & Handito Joewono. Acara ini juga Aprindo meluncurkan program pelatihan & sertifikasi Ritel Indonesia yang dipresentasikan oleh Ketua Bidang SDM Aprindo, Dasep Suryanto